20


.

Terima kasih Tuhan atas segala pelajaran hidup yang bermakna...

20



Keinginan adalah Sumber Penderitaan


.

“Keinginan adalah sumber penderitaan

Yap, begitulah permulaan lagu yang didendangkan oleh Bang Iwan dalam lagunya yang berjudul Seperti Matahari (Iwan Fals: Album Suara Hati 2002). Mengapa begitu? Berikut adalah lirik lengkap dari lagu tersebut…

Keinginan adalah sumber penderitaan
Tempatnya di dalam pikiran
Tujuan bukan utama
Yang utama adalah prosesnya

Kita hidup mencari bahagia
Harta dunia kendaraannya
Bahan bakarnya budi pekerti
Itulah nasehat para nabi

Ingin bahagia derita didapat
Karena ingin sumber derita
Harta dunia jadi penggoda
Membuat miskin jiwa kita

Ada benarnya nasehat orang orang suci
Memberi itu terangkan hati
Seperti matahari
Yang menyinari bumi
Yang menyinari bumi

Ingin bahagia derita didapat
Karena ingin sumber derita
Harta dunia jadi penggoda
Membuat miskin jiwa kita

Keinginan adalah sumber penderitaan

Kali ini saya tak ingin melakukan resensi terhadap lagu tersebut, tapi hanya ingin mengambil makna dari lirik pada awal lagu tersebut. Seperti yang sudah saya sebut di atas tadi, bahwa “Keinginan adalah sumber penderitaan”. Jadi begini, pada dasarnya keinginan yang keterlaluan bisa jadi dan bahkan merupakan sumber penderitaan bagi diri sendiri. Bukan berarti saya pesimis dalam menjalankan hidup, hmmm lebih tepatnya menjalani (menjalankan seolah-olah tak ada esensi dalam hidup ini yang bisa kita capai). Oke, lanjut! Bukan berarti saya pesimis dan mengajak kita pada kepesimisan, ketahuilah dalam diri pada tiap-tiap manusia ada yang namanya terdapat rasa narsisme, jadi mungkin salah satu wujud dari narsisme adalah dengan optimis. Jadi?

Optimis itu perlu, meski hanya lewat kata. Sebagai generasi muda apalagi. Namun, selalulah ingat lirik ini “Keinginan adalah sumber penderitaan”. Dan kurasa masing-masing dari kita telah mampu memahami apa makna dibalik satu baris lirik tersebut tanpa harus menjabarkannya dengan logika-logika filsafat…

Sampah Kesadaran dalam Artian Denotatif


.


Tengah. Segalanya tak nampak terengah. Segalanya nampak serakah. Segalanya nampak marah. Segalanya nampak mengalah. Kalah.

Gambar: guemonologue

Quote of the Day #2


.

"Yang cukup mengajarkan adalah tak perlulah cakap banyak-banyak…"

Yusrin, 5 April 2011. No backsound.

Pejuang Tanggal-Tanggal Mati


.

Selamat Pagi Akhir Maret. Berarti besok sudah April, berikutnya lagi Mei. Dan, ada apa di bulan April? UTS... Dan menjelang UTS tentu tak hanya saya yang mengalami penjejalan tugas-tugas. Kamu pun demikian? Bukan begitu? Dan entah mengapa, saya merasa bahagia mengerjakan maupun menyelesaikan tugas-tugas yang telah lama diamanatkan dari dosen mendekati tanggal-tanggal pengumpulan. Menyedihkan? Memang. Dan saya rasa tak hanya saya juga. Deadliners di muka bumi...

"Pejuang Tanggal-Tanggal Mati"

Pejuang tanggal-tanggal mati, apa yang kamu pikirkan? Apa yang kamu pikirkan? Apa yang kamu pikirkan?
Pejuang tanggal-tanggal mati, tak ada kesia-siaan, tak ada kesia-siaan, tak ada kesia-siaan...
Pejuang tanggal-tanggal mati, jangan mati dalam penjejalan, jangan mati dalam penjejalan, jangan mati dalam penjejalan...
Pejuang tanggal-tanggal mati, UTS, UTS, UTS!

Quote of the Day #1


.

"Dan karena yang ada di dunia itu bukan hanya kita saja, tapi semua yang hidup dan yang mati, dan tiada."

Yusrin, 28 Maret 2011. Dreaming my dreams-Cranberries.

Apalah Itu


.

Saat ini yang kubisa hanyalah tersenyum. Aku akan selalu ingin tersenyum. Karena dengan begitu, tak ada celah untukku merasa sedih. :)

Sekedar


.

Kali ini bolehkah saya berbagi mengenai apa yang ada di pikiran saya selama-lama ini. Bukan soal kebenaran dan kesalahan, bukan pula soal kebaikan dan kejahatan tapi soal biasa. Semakin biasa hingga tak jadi soal. Bagaimana kita merefleksikan soal kehidupan? Soal kegalauan? Soal jati diri dan kemandirian? Oh My Lord! Saya Mahasiswi Semeseter 4! Demi wanita-wanita cantik nan anggun saya belum menemukan sesuatu yang klik. Tulisan-tulisan, lembaran-lembaran, tugas-tugas, perjalanan, dan cerita.

Mengenai cerita, tak pernahkah kalian merasa heran. Keheranan bukan menjadi soal jika kau bisa menjawabnya. Kali ini saya hanya ingin menulis, dan sekedar menulis. Apa saja yang kebetulan lewat di otak dan kebetulan mampir atau saya suruh mampir akan saya ketik saja. Muter-muter tak masalah toh apa sih. Hanya saja saya kurang mengerti bagaimana sebuah konsep bisa menghasilkan hasil yang menawan dan baik untuk diketahui. Oh demi telur dadar dan terancam kesukaan!

Dunia kembali kebolak-balik. Baru saja jika kau tahu Jepang negara dengan sejuta kebudayaannya yang menawan tersapu Tsunami. Adakah baiknya kita berdoa, apa yang bisa kita lakukan memang selain itu. Dan semoga Doraemon bisa membawa hal positif atas peristiwa ini. Bumiku, bumimu. Satu hal yang pasti kita tak pernah mengerti bagaimana mensyukuri semua. Memahami semua, mendaki semua jalan kehidupan ini. Mungkin hanya bagi saya saja.

Tiap paragraf yang tertulis mengapakah bisa memiliki makna yang berbeda? Isi yang berbeda pada tiap ketikannya. Karena kita mengetik, kita bukan sedang memainkan tuts piano yang menghasilkan bunyi. Jikalah kita menulis apakah kita akan menghasilakan bunyi-bunyian? Saya rasa, bunyi-bunyian dari sebuah tulisan adalah yang namanya suara kita. Suara hati, pikiran, dan apresiasi atas segala dan lebih baiknya kita simak refleksinya, yang tersampaikan melalui media penulisan.

Tentang cerita, bagaimanakah mungkin setiap manusia punya cara yang beda dalam menyampaikannya. Ya, karena itulah manusia. Yang dalam kata kita, “Bhinneka Tunggal Ika”. Lalu, kita Indonesia…


Tak Bertepi

Sajakku bukan sajak bermajas rapi indah dan sesuai aturan

Sajakku kusebut sajak sebagai sebuah bagian kontemporer

Sajakku tak bergelimang air mata saat ini

Sajakku bukan tak memiliki makna

Sajakku hanya bertirai


Selalulah kita senandungkan suara kita, lewat apa saja. Tak ada yang sia-sia. Kesia-siaanlah yang beranggapan.

Aku Senang


.

WHATEVER!

I'm not in the right way


.

Why? No matter what I can't describe... Just let the flow...

2011


.

Selamat Tahun Baru 2011!

Selamat Ulang Tahun


.


December, 24, 2010
Happy Birthday, Rusmayanti :)
Hope all of your dreams become true!









Gambar diambil 24-12-010

Merapi dan Semua yang Menjadi Biasa


.

26 Oktober 2010, bermula dari sini. Merapi melanjutkan kesehariannya memenuhi headline surat kabar maupun televisi, radio, juga internet. Termasuk pula obrolan sehari-hari kita semua. Erupsi pertama yang menggetarkan hati "mungkin' seluruh bangsa ini, namanya Indonesia.
26 Oktober 2010 pula, sempat kita kehilangan Juru Kunci Merapi, yang sangat kita atau mungkin saya hormati keteguhan hatinya mengemban amanat dari Sri Sultan HB IX untuk selalu menjaga dan bersama Merapi sampai mati, Mbah Marijan.
Terlepas dari itu semua, aliran kemanusiaan terus mengalir ke negara Jawa ini. Bukan kebahagiaan menerima itu semua bagi kami, yang kami mau bukan ini, bukan kehilangan.
Tersusul dengan erupsi besar 05 November 2010, saat itu keganasan awan panas Merapi berhasil meluluhlantahkan segala peradaban di atas sana dan juga indahnya sapaan abu yang menyapu kami. Entah bagaimana rasanya menjadi kami...


Sudjiwo Tedjo, Pada Suatu Ketika

"
Wong takon
Wong sing tur kang angkoro
Antarane riko aku iki

Sumebar ron ronane koro
Janji sabar
Sabar sak wetoro wektu

Kala mangsane
Titi kolo mongso

Pamudjiku ti biso
Sinutra korban jiwanggo
Pamungkase kang tur angkoro
Titi kolo mongso"

Kumpulan Seonggok Kertas Lama


.

Dulu ketika dulu, ketika menuntut ilmu masih berseragam dan berwarna abu, tiap malam dihabiskan di depan layar dan mengetik-ngetik kata. Terangkai-rangkai begitu saja. Dan pagi ini, ketika produktivitas tergeser gemah ripah teknologi dan aktivitas kuliah, terselip gerak dalam otak untuk mencoba menengoknya kembali. Kumpulan ini, kertas-kertas ini. Pernah menjadi saksi cerita-cerita yang kebanyakan tertulis karena miris, tapi tak menangis. Random saja mencoba cantumkan salah satu dari ratusan di sini...

Kala Senja Tengah Hari ( 13 April 2007)

Beritahu dunia dengan segala keangkuhan nalurimu
Kala kau merasa hidup bukanlah untuk lainnya
Senja perlahan memberitahu kekuatan alam padamu
Apa yang akan tertebak bahkan terjamah dengan hatimu
Sebuah keindahan jika hati bisa peluk dan simpan rasa angkuhmu
Hingga berat kau melangkah
Melalui dunia dengan segala yang ditawarkannya menggodamu
Kala senja tengah hari tiba
Masihkah kau mampu berdiri dengan keangkuhanmu
Bukan tak mungkin akan kau alami
Bukan hal yang tak mungkin pula untuk kau alami
Dan kala senja tengah hari berbisik
Menggugah pandanganmu pada nyanyian alam
Bisakah kau perlahan
Menurunkan pandangan dan mencoba berdujud
pada-Nya
Sang Pencipta Alam

Sederhana saja, tidak menarik. Hanya saja, menulis kadang bisa melegakan segala yang membeku di otak.

Thriller and Suspense, what else?


.

Kalau kawan-kawan baca judul di atas pasti langsung kebayang apa yang bakalan saya tulis selanjutnya. Yap, film! Bisa jadi film komedi, romantis, atau horror? Kalau dilihat dari judulnya sih kayaknya film horror yak? Wah, no no no. Ga melulu horror kok. Setahu saya, sih, menurut beberapa sumber, film yang ber-genre thriller ataupun suspense, keduanya menyajikan ketegangan-ketegangan yang bisa membawa penonton ke dalam suasana yang, wala! Tidak bisa ditebak. Namun, ada juga sih beberapa film yang memeluk genre ini alur ceritanya bisa ditebak dan kadang menjadi tidak menarik di akhir maupun pertengahan film. No offense, di sini saya nggak mau melakukan sebuah review film kok. Oh mungkin ada nih beberapa penjelasan yang bisa menjelaskan apa itu thriller.
http://warungfiksi.net/beda-thriller-dan-misteri-dalam-5w-1h/

Dan, mengapa tiba-tiba saya jadi ngomongin film? Oh karena beberapa bulan yang lalu, kayaknya sih, saya sempat dipinjemin film yang judulnya "Shutter Island". Itu lho film yang dibintangi oleh Leonardo de Caprio a.k.a LdC. Yang ceritanya unik, rumit, dan juga menarik. Bisa bikin mikirlah kalau kita nonton itu film. Lalu saat waktu mulai senggang saya tontonlah film itu. Dan, jeng jeng jeng! Saya langsung kepencut sama alur cerita yang ditawarkan. Oke, sebelumnya saya buta akan jenis film. Taunya cuma komedi, horor, dan romantis. Tapi semenjak mengenal "Shutter Island" saya jadi punya keingintahuan untuk mengenal lebih dalam jenis-jenis film yang beredar selama ini. Hey, saya nggak lagi ngomongin film porno ya. Dan, berkat mbah google rasa penasaran saya pun terjawab sudah. Karena selama ini saya nggak update-update banget soal dunia hiburan, saya lebih seneng ngasal googling dengan key word "review film thriller". Hasil yang didapat banyak juga. Atau langsung saja kunjungi rental DVD terdekat dan lihatlah judul yang kayaknya menarik. Ya, saya nggak peduli kok dengan keasalan. Terkadang lewat asal-asalan itu kita bisa tahu apa yang kita mau. Toh, nggak nutup diri juga buat nonton film genre lain. Cuma... Genre film rentalan yang paling disuka adalah...

Thriller and Suspense, what else?