Merapi dan Semua yang Menjadi Biasa


.

26 Oktober 2010, bermula dari sini. Merapi melanjutkan kesehariannya memenuhi headline surat kabar maupun televisi, radio, juga internet. Termasuk pula obrolan sehari-hari kita semua. Erupsi pertama yang menggetarkan hati "mungkin' seluruh bangsa ini, namanya Indonesia.
26 Oktober 2010 pula, sempat kita kehilangan Juru Kunci Merapi, yang sangat kita atau mungkin saya hormati keteguhan hatinya mengemban amanat dari Sri Sultan HB IX untuk selalu menjaga dan bersama Merapi sampai mati, Mbah Marijan.
Terlepas dari itu semua, aliran kemanusiaan terus mengalir ke negara Jawa ini. Bukan kebahagiaan menerima itu semua bagi kami, yang kami mau bukan ini, bukan kehilangan.
Tersusul dengan erupsi besar 05 November 2010, saat itu keganasan awan panas Merapi berhasil meluluhlantahkan segala peradaban di atas sana dan juga indahnya sapaan abu yang menyapu kami. Entah bagaimana rasanya menjadi kami...


Sudjiwo Tedjo, Pada Suatu Ketika

"
Wong takon
Wong sing tur kang angkoro
Antarane riko aku iki

Sumebar ron ronane koro
Janji sabar
Sabar sak wetoro wektu

Kala mangsane
Titi kolo mongso

Pamudjiku ti biso
Sinutra korban jiwanggo
Pamungkase kang tur angkoro
Titi kolo mongso"



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  1. semoga merapi cepet kembali ke aktifitasnya yang "biasa"
    :))

  1. amin... :)
    amargi Gusti Mboten Sare

Posting Komentar